Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Jagalah Perasaan Orang Tuamu

(Dikutip dari salah satu group fb tentang Bunda Maria)

Seorang ayah sedang duduk bersama anaknya yang berumur 16 tahun di depan rumahnya. Kebetulan di depan rumahnya merupakan sebuah taman yang agak luas. Tiba-tiba seekor burung gagak hitam bertengger di salah satu pohon yang ada di taman tersebut. Sang ayah bertanya kepada anaknya.

"Burung apakah itu nak?"
"Itu burung gagak, Yah."

Setelah menjawab demikian, sang ayah pun terdiam sejenak. Tiba-tiba, ia berkata lagi kepada Anaknya.

"Burung apakah itu nak?"
"Itu burung gagak, Yah." jawab sang anak.

Sang ayah pun menganggukkan kepala, dan hening sejenak. Namun beberapa saat kemudian ia bertanya lagi kepada anaknya.

"Burung apakah itu, Nak?"
Sang anak menjawab dengan nada agak kesal "Itu burung gagak, Ayah.."

Setelah itu, lagi-lagi sang ayah bertanya pertanyaan yang sama kepada anaknya, dan anaknya menjawab dengan nada sedikit marah, "Ayah, aku sudah berkata bahwa itu burung gagak!"

Beberapa saat kemudian, sang ayah bertanya pertanyaan yang sama kepada anaknya untuk ke 5 kalinya. Dan sang anak sudah benar-benar marah, ia menjawab pertanyaan ayahnya seperti ini.
"Ayah! Sudah 5 kali ayah bertanya demikian, dan sudah 5 kali pula aku menjawab pertanyaan-pertanyaan ayah! Bahwa itu adalah seekor burung gagak! Aku tidak mengerti, apakah ayah tidak pahan atau bagaimana!?"

Sang ayah langsung terdiam setelah mendengar jawaban anaknya itu, dan setelah itu sang ayah masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, ia keluar kembali sambil membawa sesuatu yang dipegang di tangan kirinya, ternyata adalah sebuah diary ayahnya.

Sang ayah menunjukkan tulisan yang pernah ia tulisnya, kira-kira seperti ini tulisan itu.

Sabtu, 15 November 1994
Aku sedang duduk di depan rumahku bersama anakku yang saat itu berumur 5 tahun. Ketika itu ada seekor burung gagak hitam hinggap di salah satu pohon. Anakku bertanya kepadaku "Ayah, apakah itu?" dan aku menjawab "Itu burung gagak, Nak."
Anakku bertanya pertanyaan yang sama sampai 25 kali, namun karena rasa cintaku yang amat sangat ku jawab pertanyaan itu, agas suatu hari kelak dapat menjadi pelajaran yang dapat dia petik.

Begitulah isi diary sang bapak. Setelah itu sang bapak berkata kepada anaknya.

"Lihat anakku, engkau bertanya sampai 25 kali, dan dengan penuh rasa cinta aku menjawabnya. Namun kepadamu, aku baru bertanya 5 kali, engkau sudah marah kepadaku."

Seketika sang anak berlutut di depan ayahnya dan meminta maaf.

Jagalah perasaan orang tuamu, karena mereka sudah memberi apa yang kita minta disaat kita belum bisa apa-apa hingga sekarangpun kita tidak mungkin tidak membutuhkan mereka.

Telah DIbayar Lunas dengan Segelas Susu

(Dikutip dari grup fb tentang Bunda Maria)

Suatu hari ada seorang anak lelaki kecil miskin yang hidup hanya dari berdagang asongan dari pintu ke pintu mendapati hanya tersisa beberapa sen di kantungnya, dan dia sangat lapar.
Akhirnya dia memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Namun, anak tersebut kehilangan keberanian saat melihat seorang wanita muda membukakan pintu.
Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya meminta segelas air.

Karena melihat anak tersebut kelaparan, wanita muda tersebut memberikan segelas susu kepada anak kecil tersebut.
Anak tersebut meminumnya dengan lambat, lalu bertanya.

"Berapa harga yang harus kubayar untuk segelas susu ini?" tanya anak tersebut

"Kau tidak perlu membayarnya, nak. Di dalam keluarga kami, kami tidak diajarkan untuk menerima bayaran atas kebaikan."

Anak lelaki tersebut kemudian menghabiskan susu itu dan berkata,
"Dari dalam hati, aku berterimakasih kepada anda."

Beberapa tahun kemudian, wanita muda itu menderita sebuah penyakit. Ia sudah mendatangi beberapa dokter di kota tempat tinggalnya. Namun tetap saja penyakit itu tak kunjung sembuh.

Setelah mendatangi dokter yang dikatakan terkenal di kotanya, tetap saja tidak bisa disembuhkan.
Dokter tersebut menganjurkan agar wanita itu di rujuk ke kota besar dimana terdapat dokter yang lebih ahli yang diharapkan dapat membantu kesembuhan wanita tersebut.

Namun, apa mau dikata, wanita tersebut menderita penyakit langka.
Berita inipun tersebar ke seluruh dokter di rumah sakit itu.

Dokter Rocky, yang terlihat masih muda, gagah, dan tampan tak ketinggalan mendengar berita ini.
Ia seperti mendapatkan suatu firasat setelah mendengar daerah asal wanita itu.

Ia pun mencoba mendatangi kamar tempat wanita tersebut dirawat.
Dan ternyata dr. Rocky mengenali wanita tersebut hanya dengan satu tatapan.

Dengan segera, dr.Rocky pergi menghadap kepala rumah sakit tempatnya bekerja, dan mengatakan ia akan membentuk tim dokter untuk mengusahakan kesembuhan wanita tersebut. Dan karena usaha keras dr.Rocky bersama tim, wanita itu sembuh!

Setelah itu, dr.Rocky menghadap bagian keuangan RS itu dan mengatakan agar segala tagihan pembayaran di bebankan kepada dr.Rocky, dan ia meminta kepada staff administrasi untuk menuliskan sesuatu di pojok kanan atas lembar tagihan biaya.

Saat bagi wanita tersebut untuk membayar tagihan pun tiba. Ia tidak berani membuka amplop tagihan itu karena ia sudah yakin tidak mampu membayarnya meskipun haruz menyicil seumur hidupnya.
Namun, sesaat kemudian ia memberanikan diri untuk membuka amplop tagihan itu. Dan ia terkejut disertai rasa syukur, karena seluruh tagihan biaya sudah lunas. Kemudian ia membaca sebuah tulisan di pojok kanan atas lembaran tersebut bertuliskan "Telah dibayar lunas dengan segelas susu. Ttd, dr.Rocky"

Air mata bahagia segera jatuh dari matanya. Ia pun berdoa kepada Tuhan: "Tuhan, terimakasih karena cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."

Cinta adalah Pengorbanan

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkelilingkotadengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuahsuratkepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuksuratkumal kepada Reo.

Reo membacasuratitu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu
Reo................................

July “ Setelah membacasuratitu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih
memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah
berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita

Mimpi Terindah

(* di ambil dari Renungan Bunda Maria)

Sehabis berdoa Novena 3 Salam Maria, aku tertidur dengan lelap. Aku selalu berharap bisa berkomunikasi dengan Allah lewat doa-doaku, dan mengharapkan terjadi mukjizat karena di kabulkannya doa Novenaku ini. Tetapi selama ini merasa bahwa doaku belum juga di kabulkan . Sampai pada suatu malam..

Aku : "Zzzzz Zzzzz Zzzzz......"

TUHAN : "Bangun !!!"

Aku : "Hmmm.... siapa ya ?"

Tuhan : "AKU ??? AKU TUHAN. AKU dengar di doamu, kau ingin bicara langsung dengan-KU, maka doamu KU-kabulkan."

Aku (tertegun) : "Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan,. Lalu kita ada di mana ?"

TUHAN : "Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara."

AKU (tertegun) : "Ooooh..."

TUHAN : "KU-dengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada KU. AKU ingin mendengarnya sekarang."

Aku : "Benar. Bisakah sekarang kumulai ?"

Tuhan : "Tentu."

Aku : "TUHAN, tahukah ENGKAU bahwa dunia yg KAU ciptakan ini penuh dengan ketidakadilan. Banyak orang percaya dianiaya. Orang benar menderita. Itu tidak adil TUHAN !"

TUHAN : "Menurutmu, apakah adil, ketika AKU mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu??"

Aku : "Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?"

TUHAN : "Apakah penderitaan itu selamanya ? Mengapa ketika menderita manusia selalu bertanya "mengapa harus aku?". Tetapi, ketika senang, mereka tidak pernah bertanya, "mengapa harus aku ?"

Aku : "Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?"

TUHAN : "Kau yakin ?"

Aku : "Ya... walaupun tidak semua ..."

Tuhan : "Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah, seberapa lama kau akan senang, kau bisa membuktikannya sendiri."

Aku : "Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani, mengapa KAU selalu mendatangkan cobaan dan masalah?"

TUHAN: "Masalah KU-datangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi, tapi untuk diselesaikan. Cobaan KU-datangkan untuk menunjukkan adanya diri-KU, dan perlunya berserah pada-KU."

Aku : "Tapi, setiap masalah datang, Aku selalu berdoa meminta jalan keluar. Tetapi, kadang KAU tidak memberinya ? Mengapa ?"

TUHAN : "Mengapa ? Pertanyaan bagus! Mengapa setiap firman yang KU-perintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya atau selalu menunda-nunda ? Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu."

Aku : "Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?"

TUHAN : "Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu, sampai mereka kehilangan semuanya.

Aku : "Karena itulah TUHAN, mengapa penyesalan selalu datang terlambat? Itu menyebalkan..."

TUHAN : "Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya. Kalau belum menyesal, manusia tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya."

Aku : "Memang benar. Tapi, penyesalan selalu mendatangkan penderitaan."

TUHAN : "Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan. Pertama, segera bangkit dan meninggalkan duka-citanya. Itu membuat manusia makin kuat dan terasah. Kedua, berkata : "Aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk dijalani". itu mendatangkan penderitaan."

Aku : "Perlukah aku memelihara doa dan waktu untuk-MU setiap harinya ?"

Tuhan : "Perlukah AKU mejagamu dan mengawasimu setiap harinya ?"

Aku : "TUHAN, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha, tapi selau gagal ! Mengapa?"

TUHAN : "Berapa kali kau mencoba ?"

Aku : "Katakanlah 10 kali."

TUHAN : "Bagus. Kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil. Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman. Manusia tidak pernah gagal, sampai dia berhenti berusaha."

Aku : "Tapi, semua itu terlalu beresiko TUHAN. Setiap usaha mempunyai resiko."

TUHAN : "Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko, kau telah mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !"

Aku : "Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?"

TUHAN : "Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur. Hidup ini sebenarnya indah. Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu, tetapi belajarlah menguasai masalah. Ah, waktu kita habis, kau sudah harus bangun pagi..."

Aku : "Kapan kita bisa berbicara seperti ini lagi ?"

Tuhan : "Kapanpun. Sebenarnya jarak Kita hanya dipisahkan oleh doa."

Aku : "Oke, terima kasih TUHAN atas pembicaraan yg indah ini."

TUHAN : "Sama-sama."

Aku pun terbangun dari mimpiku......

TUHAN Memberka

Inspirasi hidup: Siapa yang lebih berharga?

Disadur dari salah satu group fb

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “

Apakah mau tahu jawabannya??????…

Please scroll….

.

.

.

.

…Please scroll

.

.

.

….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani, anak saya yang pertama memang tak terlihat berharga di mata orang lain tetapi bagi keluarga kami dia sangat berharga oleh karena dia adik-adiknya bisa menjadi sukses

P.U.S.H

Sumber: Grup FB

Ada seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian, "Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong) Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.

Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....
lakukan P.U.S.H.

Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar....
lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens

PUSH = Pray Until Something HAPPENS !! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

from : Inspiration World of Pray

8 Kebohongan Sang Ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :“Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itumembuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudahselesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :“Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihatkondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada disebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :“Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :“Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksudmembawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku“Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :“Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah- tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu- alasan untukmeninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan dan ibu yang ada di rumah.Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemasapakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” kemudian hari.


Surat Dari Anak yang Digugurkan

Teruntuk..

Bundaku tersayang..


Dear bunda,

Bagaimana kabar bunda hari ini? Semoga bunda baik-baik saja. Nanda jg disini baik-baik bunda. Tuhan sayaaang bang

et sama nanda. Tuhan juga yang menyuruh nanda untuk menulis surat ini untuk bunda, sebagai tanda cinta nanda.

Bunda, ingin sekali nanda menyapa wanita yang telah merelakan rahimnya untuk nanda walaupun hanya sesaat.

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Tuhan paling kokoh dan paling nyaman di dunia ini. Tapi rupanya bunda tak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukar kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaup

un dulu waktu bunda meluruhkan nanda, sakiit banget bunda. Rasanya badan nanda seperti tercabik-cabik, dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda, karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Tuhan, bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di surgaNYA.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah nangis dan bertanya kepada Tuhan, mengapa bunda meluruhkan nanda pada saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan, karena nanti nanda rewel dan ngompol sembarangan?

lalu Tuhan bilang, bunda kamu malu sayang.

Kenapa bunda malu? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram.. Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah.. Nanda bingun dan bertanya lagi sama Tuhan, Ya Tuhan, bukannya setiap anak pasti punya ibu dan bapak?

Tuhan menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda tanpa ikatan pernikahan yang sah. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, na

nda malu nanya terus-terusan sama Tuhan, walaupun Dia selalu menjawab pertanyaan dari nanda, tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja. Pernikahan itu apa sih bunda? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda sebagai anak haram? Terus kenapa bunda udah ngusir nanda duluan sebelum nanda sempat hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe, maaf ya bunda, nanda rewel banget, ntar aj deh bunda, kalo kita udah ketemu.

Oh iya bunda, suatu hari malaikat pernah ngajak nanda jalan-jalan ke tempat yan

g namanya neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan berbada jauh dari surga bun. Disitu ada orang yang dibakar hidup-hidup lho bunda, terus minumnya juga pake nanah, terus ada lagi yang makan buah-buahan yang aneh-aneh banyak durinya. Yang paling parah ada perempuan yang ditusuk dan dibakar, kaya sate gitu bunda. Sereem banget deh bunda..

Lagi ngeri-ngerinya gitu, terus malaikat bilang sama nanda, Nak kalau ayah dan ibu kamu tidak bertobat kelak, ntar mereka masuk kesini.. Di sinilah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Sekitika itu juga nanda berteriak dan memohon agar bumda dan ayah tidak dimasukkan ke situ. Nanda sayang bunda, nanda kangen bunda, nanda pengen merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin tinggal bersama dengan bunda di surga. Nanda takut dan gak mau bunda dan ayah kesakitan seperti itu..

Lalu dengan lembut kata malaikat itu.. Nak, kata Tuhan, kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di surga bersamamu, tulislah surat buat mereka.. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal disurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertobat, dan sampaikan juga berita buruk bahwa jika mereka tidak bertobat, mereka akan tinggal di neraka dan disiksa seperti itu.

Saat mendengar itu, langsung saja nanda

menulis surat ini untuk bunda. Menurut nanda, Tuhan itu baik banget bunda, baiikk banget. Tuhan akan memaafkan semua kesalahan makhlukNYA, asal mereka mau bertobat. Bunda tobat ya, ajak ayah juga, biar nanti kita bisa kumpul disini. Nanti nanda jemput deh di gerbang surga, nanda bawain payung dan minuman juga, soalnya kata Tuhan di situ panaas banget tempatnya, terus kan antriannya panjaangg banget lho bunda.

Tapi tenang aja bunda, kalo ayah sama bunda bertobat dengan kesungguhan hati, nanti kita pasti ketemu kok..

Bunda, kasih kesempatan nanda ya, biar nanda bisa merasakan indahnya bertemu dengan orangtua, dan berbakti kepada ayah dan bunda. Nanda juga mohoon banget, biar adik-adik nanda nggak ngalamin nasib yang sama kayak nanda, biar nanda aja yang merasakan sakitnya terbuang sia-sia itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik nanda kesempatan buat hidup di dunia, menemani dan merawat bunda saat tua kelak.

Sudah dulu ya bunda, nanda mau main-main dulu di surga. Tuh udah dipanggilin daritadi sama temen-temen nanda. Nanda tetep tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini. Nanda sayaaang banget sama bunda, sampaikan ke ayah ya bunda, bahwa nanda juga sayaaangg banget sama ayah. Dadah bunda..! Mmuaachh!

Sumber: http://echo.or.id/foru

m/viewtopic.php?p=150856#150856 dengan perubahan seperlunya.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger